Featured Posts Coolbthemes

Selasa, 27 Februari 2018

Seluk-beluk tubuh kita, kamu perlu tahu !

KITA PERLU TAHU SELUK - BELUK TUBUH KITA


  1. Kenapa usus buntu bisa menyebabkan usus buntu? Karena disebabkan oleh Fecalith, fecalith yaitu fese yang mengeras dan menumpuk di salurn cerna dengan kata lain (sembelit). Hal ini dapat diatasi dengah makan makanan yang banyak mengandung serat untuk memperlancar keluarnya feses dan memperbanyak minum air agar feses menjadi lunak dan encer.
  2. Penyebab maag adalah salah satunya karena makan makanan pedas, kenapa? Karena makanan pedas bisa menyebabkan lapisan lambung menipis dan rentan terinfeksi, sehingga terjadi maag.
  3. Mengapa kadar gula darah menurun setelah minum soda ? Karena kadar gula darah yang terdapat pada makanan tercerna lebih cepat oleh asam yang terkandung dalam minuman bersoda.
  4. Merokok setelah makan sangat berbahaya, mengapa? Karena zat berbahaya dalam rokok akan ikut tercerna bersamaan dengan nutrisi dalam percernaan ke seluruh tubuh. Dan lebih baikTIDAK MEROKOK.
  5. Kenapa jari dapat bergerak meskipun tidak mempunyai otot? Karena otot telapak tangan dan lengan bawah lah yang menggerakkan.
  6. Kenapa perut berbunyi meskipun tidak lapar ataupun setelah makan? Karena itu disebabkan gerakan peristaltik yaitu gerakan meremas-remas makanan agar terdorong kesaluran cerna berikutnya dan juga gesekan antara benda padat, cauran dan gas dalam perut.
  7. Mengapa mata kita mengerjap? Karena setiap kali mata kita mengerjap, kelenjar air mara kita mengeluarkan air mata untuk melembapkan bagian depan bola mata dan membersihkan debu dan kuman yang masuk ke mata.
  8. Kenapa air mata terasa asin? Karena air mata kita mengandung garam yang merupakan bukan air biasa melainkan air "obat" untuk membunuh kuman dan kandungan garam setiap saat berbeda. Jumlah garam pada air mata saat debu masuk jumlahnya lebih sedikit, berbeda pada saat sedih akan lebih banyak begitupun pada saat marah lebih banyak lagi.
  9. Mengapa pada saat tidur kita seringkali mendengkur? Karena saat tidur kerongkongan mengecil sehingga udara sulit melewatinya dan menyebabkan uvula (bagian struktur kecil berbentuk kerucut yang menggantung pada langit - langit lunak) bergetar. Dan jika tidur menyamping kerongkongan tidak menyempit sehinggat tidak mendengkur.
  10. Kenapa setelah makan makanan pedas, pada saat BAB anus kita merasa panas? Karena cabe yang kita makan bersamaan dengan makanan lain tidak tercerna secara sempurna di dalam saluran pencernaan sehingga ada yang keluar bersamaan dengan feses.


Minggu, 28 Januari 2018

ADB (Anemia Defisiensi Besi)


STUDI KASUS
ANEMIA DEFISIENSI BESI



Disusun oleh :
Meritasari                       (256/072.078)













SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA JOMBANG
TAHUN AJARAN 2014/2015





 
1.     DEFINISI
Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang disebabkan kekurangan zat besi. Seseorang dikatakan mengalami anemia bila memiliki hemoglobin (bagian dari sel darah merah) di bawah normal.
Zat besi memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh, seperti untuk pembentukan hemoglobin, menjaga kesehatan sel, kulit, rambut, dan kuku.
Angka kejadian kasus anemia defisiensi besi di Indonesi masih tinggi. Sekitar 40-45% penduduk mengalami anemia defisiensi besi. Kasus paling banyak terjadi pada anak usia balita (usia 0-5 tahun). Remaja perempuan dan wanita hamil merupakan kelompok lain yang rentan terhadap anemia defisiensi besi.
2.     PENYEBAB
Defisiensi berarti kekurangan sehingga sesuai namanya anemia defisiensi besi disebabkan karena kekurangan zat besi. Tanpa besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang sehat (hemoglobin).
Fungsi hemoglobin dalam darah adalah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Saat tubuh kekurangan zat besi, tidak langsung akan muncul anemia defisiensi besi. Proses untuk menjadi anemia berlangsung dalam jangka waktu panjang.
Zat besi dapat ditemukan pada makanan daging dan sayur-sayuran. Zat besi pada daging lebih mudah diserap daripada nabati atau yang berasal dari sayuran.
            Kekurangan zat besi terjadi saat permintaan zat besi tidak dapat dicukupi dengan penyerapan zat besi. Penyebab anemia defisiensi besi dapat digolongkan dalam 2 besar, yaitu:
1)     Peningkatan kebutuhan
Kehamilan: Kekurangan zat besi pada wanita hamil sering terjadi, karena peningkatan permintaan zat besi di dalam tubuh. Peningkatan ini dikarenakan jumlah darah meningkat dan zat besi diperlukan untuk perkembangan janin. Dengan demikian cadangan zat besi dalam tubuh tidak mencukupi.
Anak-anak: Pada anak-anak yang masih dalam pertumbuhan memerlukan zat besi yang lebih tinggi, terutama pada anak usia balita (dibawah 5 tahun).
2)     Berkurangnya asupan atau kehilangan cadangan​
a.                Asupan zat besi yang kurang : Tubuh tidak bisa membuat zat besi dengan sendirinya. Zat besi hanya bisa didapat melalui makanan. Konsumsi makanan rendah zat besi menyebabkan tubuh mengalami kekurangan. Beberapa makanan yang mengandung banyak zat besi yaitu daging, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan makanan yang ditambahkan zat besi.
b.               Gangguan penyerapan : Gangguan pada usus halus dapat mempengaruhi penyerapan zat besi. Seseorang yang menglami operasi pemotongan usus rentan mengalami kekurangan zat besi.
c.                Kehilangan darah : Kehilangan darah menyebabkan banyak hemoglobin dan zat besi yang terbuang. Umumnya terjadi perdarahan yang terus menerus dalam jangka waktu laama (kronis). Perempuan dengan menstruasi yang banyak dan memanjang juga dapat menyebabkan kekurangan zat besi.
Kekurangan zat besi lebih sering dialami pada wanita, anak-anak, vegetarian, dan mereka yang melakukan donor darah rutin. Wanita mengalami menstruasi sehingga berisiko kekurangan zat besi. Anak-anak rentan karena mereka membutuhkan zat besi untuk pertumbuhan dan tidak mendapatkan suplai zat besi yang cukup dari ASI (Air Susu Ibu) atau susu formula. Vegetarian berisiko karena mereka tidak memakan makanan yang kaya zat besi seperti daging. Donor darah menyebabkan berkurangnya cadangan zat besi dalam tubuh sehingga memerlukan tambahan suplemen zat besi.
3.     GEJALA
Gejala yang ditimnbulkan oleh kekurangan zat besi bergantung pada derajat kekurangan. Bila hanya kekurangan sedikit, tidak ada gejala apapun yang muncul, sehingga jarang mendapat penanganan. Bila kekurangan yang terjadi cukup besar, maka dapat muncul beberapa gejala seperti:
1)     Kelelahan hebat
2)     Kulit pucat
3)     Sesak nafas
4)     Pusing, kuku menjadi rapuh
5)     Nafsu makan yang rendah
Bila muncul gejala-gejala seperti di atas, segera konsultasi dengan dokter karena anemia defisiensi besi hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan medis.
Anemia defisiensi besi yang biarkan terus menerus dapat menyebabkan gangguan lebih berat seperti gangguan kehamilan (bayi prematur atau berat badan lahir bayi rendah), dan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak.
4.     PENCEGAHAN
1)     Zat besi
Dapat ditemukan pada daging, jenis lain adalah kacang, sayuran berwarna hijau gelap, buah yang dikeringkan, dan lain-lain.
2)     Folat
Dapat ditemukan pada jeruk, pisang, sayuran berwarna hijau gelap, kacang – kacangan, sereal dan pasta.
3)     Vitamin B-12
Vitamin ini banyak terdapat pada daging dan susu.
4)     Vitamin C
Vitamin C membantu penyerapan zat besi. makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, melon dan buah beri. Makanan yang mengandung zat besi penting untuk mereka yang membutuhkan zat besi tinggi seperti pada anak-anak, Wanita menstruasi dan wanita hamil. Zat besi yang cukup juga penting untuk bayi, vegetarian dan atlet.
5.     PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan darah lengkap
1.       HB (HEMOGLOBIN)
Hemoglobin adalah molekul di dalam eritrosit (sel darah merah) dan bertugas untuk mengangkut oksigen. Kualitas darah dan warna merah pada darah ditentukan oleh  kadar Hemoglobin.
Nilai normal Hb
Wanita                        : 12 - 15 gr/dL
Pria                 : 14 - 17 gr/dL
Anak - anak    : 12 - 14 gr/dL
Nilai Hb untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
2.       HEMATOKRIT (HMT)
Hematokrit menunjukkan persentase zat padat (kadar sel darah merah, dan Iain-Iain) dengan jumlah cairan darah. Semakin tinggi persentase HMT berarti konsentrasi darah makin kental. Hal ini terjadi karena adanya perembesan (kebocoran) cairan ke luar dari pembuluh darah sementara jumlah zat padat tetap, maka darah menjadi lebih kental.Diagnosa DBD (Demam Berdarah Dengue) diperkuat dengan nilai HMT > 20 %.
Nilai normal HMT
Saat lahir                    : 50 - 62%
Saat 1 tahun                : 31 - 39%
Dewasa wanita            : 36 - 46%
Dewasa pria                : 42- 52%
Nilai HMT untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
3.       LAJU ENDAP DARAH  (LED)
LED untuk mengukur kecepatan endap eritrosit (sel darah merah) dan menggambarkan komposisi plasma serta perbandingannya antara eritrosit (sel darah merah) dan plasma.
Nilai normal
Wanita dewasa           : 0 -20 mm/jam
Pria dewasa                 : 0 - 15 mm/jam
Anak - anak                : 0 - 10 mm/jam
Nilai LED untuk anemia defisiensi besi adalah diatas nilai normal
4.       ERITROSIT
Eritrosit adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh. Sel darah merah aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan.
Nilai normal eritrosit
Wanita dewasa           : 3,6 - 5,0 juta/mm3darah
Pria dewasa                 : 4,2 - 5,0 juta/mm3darah
Nilai Eritrosit untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
5.       LEUKOSIT (SEL DARAH PUTIH)
Leukosit adalah sel darah putih yang berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Nilai normal
Dewasa           : 5.000 - 10.000/mm3 darah
Nenonatus       : 10.000 - 25.000/mm3darah
1- 7 tahun        : 6.000 - 8.000/mm3darah
8 - 12 tahun     : 4.500 - 13.500/mm3darah
Nilai Leukosit untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
6.       TROMBOSIT (PLATELET)
Trombosit adalah komponen sel darah yang berfungsi dalam proses menghentikan perdarahan dengan membentuk gumpalan.
Nilai normal
150.000 - 350.000/mm3 darah
Nilai Trombosit untuk anemia defisiensi besi adalah diatas nilai normal
7.       Hitung Jenis Leukosit (Diferential Count)
Hitung jenis leukosit adalah penghitungan jenis leukosit  yang ada dalam darah berdasarkan persen (%) tiap jenis leukosit dari seluruh jumlah leukosit. Hasil pemeriksaan ini dapat menggambarkan kejadian dan proses penyakit dalam tubuh, terutama penyakit infeksi. Tipe leukosit yang dihitung ada 5 yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit.
·       NEUTROFIL
Fungsi             : dapat menghancurkan berbagai jenis bakteri
Nilai normal   : 2- 4%
Nilai Neutrofil untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
·       EOSINOFIL
Fungsi             : untuk menetralkan racun
Nilai normal   : 1 - 3%
Nilai Eosinofil untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
·       BASOFIL
Fungsi             : untuk menghasilkan heparin
Nilai normal   : 0 - 1%
Nilai Basofil untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
·       LIMFOSIT
Fungsi             : berperan dalam proses kekebalan dan pembentukan antibodi.
Nilai normal   : 25 - 40%
Nilai Limfosit untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
·       MONOSIT
Fungsi             : dapat menghancurkan partikel lain yang berukuran besar
Nilai normal   : 4 - 10%

Nilai Monosit untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
8.       MASA PERDARAHAN (Bleeding time)
Pemeriksaan masa perdarahan ini ditujukan pada kadar trombosit, dilakukan dengan adanya tanda-tanda riwayat mudahnya perdarahan dalam keiuarga.
Nilai normal
Metode ivy                 : 1 - 7 menit
Metode duke               : 1 - 3 menit
Waktu perdarahan untuk anemia defisiensi besi adalah diatas nilai normal
9.       Masa Pembekuan (Clotting time)
Merupakan pemeriksaan untuk melihat berapa lama diperlukan waktu untuk proses pembekuan darah.
Nilai normal
Metode lee and white : 4 - 10 menit
Metode kapiler           : 2 - 6 menit
Waktu pembekuan untuk anemia defisiensi besi adalah diatas nilai normal
10.       Nilai eritrosit rata-rata
·                 Isi/volume atau ukuran eritrosit (MCV: mean corpuscular volume atau volume eritrosit rata-rata) mengindikasikan ukuran eritrosit: mikrositik (ukuran kecil), normositik (ukuran normal), dan makrositik (ukuran besar).
Nilai normal : 82 - 92 Femtoliter
Nilai MCV untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
·       Berat (MCH: mean corpuscular hemoglobin atau hemoglobin eritrosit rata-rata) mengindikasikan bobot hemoglobin di dalam eritrosit tanpa memperhatikan ukurannya.
Nilai normal : 27 - 31 Pikogram
Nilai MCH untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
·       Konsentrasi (MCHC: mean corpuscular hemoglobin concentration atau kadar hemoglobin eritrosit rata-rata) mengindikasikan konsentrasi hemoglobin per unit volume eritrosit.
Nilai normal : 32 - 37 gr/dL
Nilai MCHC untuk anemia defisiensi besi adalah dibawah nilai normal
PEMERIKSAAN HAPUSAN DARAH TEPI
Untuk pemeriksaan hapusan darah tepi, diperlukan pe ngecatan. Harus diingat bahwa cat yang dipergunakan harus baru dan pengenceran dengan pH yang tepat.
Tujuan            : menilai berbagai unsur sel darah tepi seperti RBC, WBC, PLT dan mencari adanya parasit seperti malaria, tripanosoma, microfilaria dll.
Prinsip            : Setetes darah dipaparkan di atas gelas obyek lalu dicat dan diperiksa dibawah mikroskop.

Alat                 :
·       Gelas obyek
·       Gelas penghapus
·       Mikropipet
·       Tip

Bahan             :
·       Darah EDTA

Prosedur         :
1.       Sentuhlah setetes kecil darah (diameter maksimal 2 mm) kira-kira 2 cm dari tepi kaca obyek. Darah yang dipakai adalah darah kapiler, darah heparin atau darah EDTA.
2.       Letakkan kaca obyek dengan darah di sebelah kanan
3.       Dengan tangan kanan, letakkan kaca obyek lain di kiri tetes darah, lalu gerakkan ke kanan sampai menyentuh darah
4.       Tunggu darah menyebar sampai ½ cm dari sudut kaca penggeser
5.       Geser kaca ke kiri dengan sudut 30-45o, jangan menekan ke bawah
6.       Biarkan sediaan mengering di udara
7.       Tulis nama klien dan tanggal pada bagian sediaan yang tebal
8.       Jika sudah kering tuangkan metanol diatas hapusan darah dengan rata, tunggu selama 5 menit
9.       Tuang campuran Buffer dan cat giemsa dengan perbndingan 4 : 1, tunggu selama 20 menit
10.    Aliri dengan air secara pelan - pelan agar hapusan darah tidah rusak

Hapusan darah tepi untuk anemia defisiensi besi adalah :
  1. Sel darah merah
  • mikrositik Ukuran kecil < 6 µm (MCV <80 fl)
  •  hipokrom Sel pucat dg penurunan konsentrasi Hb (MCHC <30 g/dl)
  • Sel-target (topi Meksiko atau leptosit) : sel hipokrom dengan bercak di tengah dan cicin hemoglobinisasi di tepi, akibat ketebalan sel berkurang.
  • Tear Drop Cell / Sel buah Pear Memiliki ukuran lebih kecil dari eritrosit normal, hipokromik
  1. Sel darah putih
  • Toxic granule, butiran kasar gelap ditemukan di granulosit terutama neutrofil